KEAGUNGAN MAROKO TIADA TARA DI MASJID HASSAN II




Terletak di kota terbesar di negeri matahari tenggelam, yaitu Casablanca di Maroko, masjid yang satu ini memang paling menjadi pusat perhatian karena letaknya yang begitu strategis dan terlihat dari berbagai penjuru kota ini dengan menaranya yang cukup mirip dengan sebuah menara jam. Dibangun pada tahun 1980 atas prakarsa Raja Maroko kala itu, yaitu Raja Hassan II, masjid ini dibangun sebagai hadiah ulang tahunnya dengan harapan Casablanca akan menjadi salah satu kota yang terkenal di dunia karena keindahan dan kemegahan masjid ini. Pembangunan pun berlangsung kurang lebih 10 tahun dan tepat pada 30 Agustus 1993 yang bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi 1414 Hijriyah, bangunan masjid ini selesai dan resmi dibuka untuk umum. Diarsiteki oleh arsitek asal Perancis, Michel Pinseau, masjid dengan luas 9,7 hektar ini memiliki arsitektur yang kental khas Moorish yang mirip dengan La Mezquita de Cordoba di Spanyol yang juga notabene peninggalan bangsa Moor. Hampir semua material utama masjid ini didatangkan dari berbagai wilayah di Maroko, seperti batu pualam yang berasal dari wilayah Agadir, kayu cedar yang berasal dari kawasan pegunungan Atlas Tengah, dan batuan granit yang datang dari kota Tafraoute.


Kemegahan masjid yang juga menjadi simbol kejayaan Maroko ini juga terletak pada minaret atau menara masjid dan lokasi masjid. Lokasinya yang persis berada di atas Samudera Atlantik juga menjadikan masjid yang berkapasitas 105 ribu jemaah ini sebagai Masjid Terapung Terbesar di Dunia. Sisi estetikanya tentunya menjadikan pemandangan kota Casablanca kian menawan, tetapi di satu sisi, pembangunannya di atas laut juga menyiratkan bahwa Sang Pencipta sepenuhnya berdaulat atas alam semesta. Menara masjid yang menjadi pusat daya tarik masjid juga tercatat sebagai menara masjid tertinggi kedua di dunia dengan ketinggian 210 meter. Terlihat begitu kokoh dan indah berdiri di atas lautan, beragam corak pahatan khas Timur Tengah pun terpatri sempurna dengan tambahan mozaik keramik berwarna hijau toska yang menjadi warna identitas dari Raja Maroko.


Memasuki bagian dalam masjid, suasana sejuk dan khusyuk begitu terasa khususnya ruang ibadah utama masjid. Berbagai dekorasi bercorak tapal kuda seperti pada masjid masjid lainnya di Afrika Utara dan berbagai corak rumit lainnya menambah semarak keindahan masjid bersama dengan berbagai lampu gantung yang turut menghiasi langit langit masjid. Meski kesan Timur Tengah begitu terasa dominan di ruang ibadah utama, kesan khas Eropa sedikit terasa dari langit-langit yang tinggi berbentuk persegi panjang yang sedikit menyerupai langit-langit Katedral Notre Dame Paris dan Basilika Santo Petrus Roma. Pemandangan Samudera Atlantik yang biru dan sejuk dari dalam masjid kian menjadikannya sangat istimewa.


Tertarik menelusuri Indahnya Masjid Hassan II sambil menikmati kebudayaan menarik lainnya di Maroko? Temukan penawaran menarik bersama Wita Tour dalam program tur UNIQUE MOROCCO.

Comments