SI MAHKOTA EMAS MYANMAR YANG SELALU MEMUKAU



Pagoda Shwedagon, siapa yang tidak kenal dengan pagoda yang satu ini? Salah satu pagoda tercantik di dunia yang keindahannya sudah melekat sebagai ikon terpenting dari kota Yangon, bahkan negara Myanmar sendiri. Berdiri kokoh di atas Bukit Singuttara, pagoda setinggi 99 meter tampak berkilau menghiasi pemandangan kota Yangon. Konon, dua puluh ribu emas yang melapisi pagoda tersebut merupakan emas yang berasal dari abad ke-15, pemberian Ratu Shin Shaw Pu serta rakyat dan keluarga Kerajaan Mon yang menguasai Myanmar pada masa itu. Selain emas, pantulan cahaya malam juga tampak menghiasi pagoda dengan beragam warna, seperti kuning, putih, hijau dan warna-warna lainnya yang berasal dari beragam batu permata yang menghiasi pagoda.

Lebih dekat ke bagian dalam Pagoda Shwedagon, seperti biasa pagoda ini memiliki empat sisi pintu gerbang yang sesuai dengan arah mata angin. Begitu sampai di pintu gerbang, kita pun akan disambut oleh dua patung Chinthe, mahluk mitologi berwujud seekor singa berwarna putih dan berkepala emas yang dipercaya menjaga kuil-kuil Buddha di Myanmar. Berjalan makin ke dalam melewati pintu gerbang, kisah kehidupan awal Buddha Gautama atau yang biasa disebut Jataka terpampang jelas pada relief dinding Pagoda Shwedagon sebelum akhirnya langkah pun tiba pada bagian tengah yang menjadi area utama Pagoda Shwedagon. Di area dengan luas mencapai 275 meter persegi inilah beragam stupa tampak mengelilingi stupa utama yang dikenal sebagai landmark itu. Ada delapan patung Buddha yang tampak mengelilingi stupa utama dengan bentuk oktagonal. Selain sebagai tanda arah mata angin, masing-masing patung Buddha juga melambangkan 7 hari dalam seminggu dan salah satunya yang melambangkan hari Rabu menjadi yang paling dikenal karena di sinilah umat Buddha berdoa dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore hari di hari Rabu.

Di balik mahakarya arsitekturnya, Pagoda Shwedagon juga menyimpan sejumlah relik suci Buddha Siddharta Gautama yang sangat dihormati dan tersimpan di dalam bangunan pagoda utama. Ada delapan helai rambut Siddharta Gautama, Tongkat Kakusandha, Saringan Air Konagamana, dan sepotong jubah Kassapa. Menurut legenda masyarakat setempat, kehadiran relik Siddharta Gautama di pagoda ini tidak lepas dari pertemuan dua saudagar pedagang dari Okkalapa (nama kota Yangon dahulu) yang datang ke India dan bertemu Buddha Siddharta Gautama. Sang Buddha kemudian memberikan relik dan meminta agar mereka menyimpannya di sebuah bukit yang sekarang menjadi lokasi dari Pagoda Shwedagon. Relik tersebut pun akhirnya diserahkan kepada Ratu Kerajaan Mon untuk disimpan di dalam bangunan pagoda utama.

Menjadi sesuatu yang sangat berkesan dapat mengunjungi salah satu pagoda suci terindah di dunia ini. Dan pastinya selain Pagoda Shwedagon, masih banyak hal-hal berkesan lainnya yang dapat ditemukan di Myanmar! Pastikan selalu Wita Tour menjadi Sahabat Perjalanan Anda di Myanmar dalam Wita Myanmar & Laos 10D.

Comments