MENEMUKAN KEDAMAIAN SEJATI DI HIMALAYA

Ingin melepas penat sambil mencari kedamaian dalam batin? Cobalah hijrah sejenak ke Nepal yang terkenal sebagai “Atapnya Dunia”. Dari Lembah Kathmandu, sejuknya pemandangan salju abadi yang membentang di atas Pegunungan Himalaya setinggi 7.300 meter ini dapat Anda rasakan. Kehadiran berbagai kuil Buddha dan Hindu, seperti Kuil Buddha Swayambhunath yang terkenal dengan ikon mata Buddha yang melambangkan kebijaksanaan dan Kuil Changu Narayan yang terkenal sebagai kuil Hindu tertua di Nepal yang didedikasikan untuk Dewa Wisnu. Khusyuknya suasana di kedua kuil ini semakin menambah semarak eksotisme harmoni seni dan religi yang mendamaikan batin Anda.

Harmoni seni dan religi juga dapat Anda rasakan di Durbar Square di Kathmandu yang telah menjadi situs warisan budaya UNESCO. Di tempat yang pernah menjadi kompleks istana Kerajaan Shah dan Malla yang pernah berkuasa di Nepal, terdapat kuil-kuil Hindu penting di Nepal, seperti Kotilingeshwara Mahadev yang didekasikan untuk Dewa Siwa dan Taleju yang didedikasikan untuk Dewi Taleju Bhawani yang pernah menjadi dewi pelindung Kerajaan Malla. Selain itu, Anda juga dapat menemukan rumah Dewi Kumari, satu-satunya dewi hidup yang menjelma dalam diri seorang anak gadis yang dipercaya oleh masyarakat setempat yang beragama Hindu dan Buddha. Sang dewi umumnya muncul dari balik jendela sekitar pukul 9 hingga 11 pagi waktu setempat atau dalam prosesi arakan upacara keagamaan di Durbar Square pada waktu tertentu. Pengunjung tidak diperkenankan mengambil foto sang dewi. Untuk menjadi jelmaan seorang Dewi Kumari, anak gadis yang terpilih adalah gadis kecil yang belum memasuki masa pubertas, tidak pernah memiliki goresan luka di seluruh anggota tubuhnya, sehat secara jasmani dan rohani, jumlah gigi lengkap, tidak takut pada darah, dan kriteria lainnya yang ditetapkan kepercayaan setempat. Gadis kecil tidak lagi menjadi jelmaan Dewi Kumari jika tidak lagi memenuhi salah satu kriteria tersebut dan akan dilakukan pencarian jelmaan Dewi Kumari yang baru.

Selain Nepal, wilayah Himalaya lainnya yang menarik untuk disambangi adalah Paro yang berlokasi di “Negeri Naga Petir”, Bhutan. Pedesaan dengan lembah melintang luas yang dikelilingi bukit-bukit dan sawah yang subur ini juga terkenal dengan Biara Taktsang, salah satu tempat tersuci di wilayah Himalaya karena menjadi tempat meditasi Padmasambhava atau Guru Rinpoche. Biara yang dibangun pada abad ke-14 ini memiliki 4 kuil utama, beberapa gua suci dihiasi dengan gambar Buddha, dan Aula Seribu Buddha dengan patung dari harimau besar yang dipercaya membawa Guru Rinpoche bermeditasi di tempat ini. Banyak orang mengunjungi biara ini untuk mencari ketenangan batin maupun berdoa. Untuk mencapai biara yang terletak di atas bukit dengan ketinggian 3.120 meter ini, dibutuhkan waktu 2-3 jam sambil menembus hutan pinus yang teduh. Sesampainya di biara, rasa lelah Anda akan terbayarkan dengan pemandangan hutan, pegunungan dan lembah hijau yang indah di sekitar biara.

Beranjak ke Thimphu, ibu kota Bhutan, Anda dapat menemukan stupa putih bergaya Tibet dengan corak emas yang juga menjadi simbol perdamaian dunia, The National Memorial Chorten Stupa ini dibangun untuk menghormati Jigme Dorji Wangchuck atau Druk Gyalpo yang menjadi raja ketiga Bhutan. Selain dapat mengenal lebih dekat raja yang dikenal sebagai pencetus Bhutan modern melalui potret yang ada dalam stupa, Anda juga dapat mengenal filosofi Buddhisme melalui arsitektur dan kehadiran ikon Siddharta Gautama serta Ngawang Namgyal dan Padmasambhava yang menjadi tokoh penting Buddhisme di Bhutan.

Ingin merasakan kedamaian yang sesunggulahnya di Himalaya? Ikutilah program Wita Tour Nepal & Bhutan .

Comments