Menyelami Keindahan Sang Karibia dari Sulawesi

Ingin menikmati wisata alam, budaya, dan kuliner sekaligus, cobalah menyambangi kepulauan indah dan populer yang ada di Sulawesi Tenggara, Wakatobi. Kepulauan yang terdiri dari gugusan empat pulau, yaitu Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Kepulauan yang kerap dijuluki Karibia-nya Sulawesi (Caribbean van Celebes) ini memang terkenal dengan spot menyelam terbaik karena kedalaman lautnya yang ideal. Beberapa di antaranya adalah di Roma dan Curnopia dengan keindahan terumbu karang yang berwarna-warni dan kumpulan sejumlah biota laut, seperti belut pita, ikan goby, kura-kura kelinci hingga pipefish bersayap.
Airnya yang jernih membuat visibilitas di kedua spot ini menjadi sangat baik sehingga memungkinkan Anda untuk menikmati keindahan keragaman hayati di sini. Anda perlu memperhatikan cuaca jika ingin menyelam, hindari musim hujan untuk faktor keselamatan. Tak perlu khawatir apabila Anda penyelam pemula, Anda juga akan didampingi oleh instruktur menyelam yang berpengalaman. Berbagai peralatan menyelam seperti wetsuits, masker, fins, tabung dan lainnya dapat disewa di beberapa dive center yang dapat ditemui di masing-masing pulau besar salah satunya Pulau Tomia.
Tidak hanya menawarkan keindahan bawah lautnya, Pulau Tomia juga memiliki keindahan pemandangan daratan yang tiada duanya di Puncak Kahyangan. Sesampainya di puncak, Anda akan disambut dengan hamparan savana luas dengan rumput yang rindang dan juga cangkang-cangkang kerang raksasa berusia ribuan tahun. Waktu yang tepat untuk mengunjungi Puncak Tomia ialah ketika pagi hari karena udaranya masih sejuk atau sore hari sebelum senja, karena pada saat senja keindahan matahari terbenam di pulau ini juga sangat menakjubkan. Membawa bekal makanan dan minuman sendiri dianjurkan untuk bersantai sejenak sambil menikmati dan mengabadikan indahnya sunset dari Puncak Tomia.
Setelah puas menyelam di Pulau Tomia, mampirlah untuk beristirahat dan bersantai sejenak di Pulau Hoga. Pulau yang tenang dengan hamparan pasir putihnya ini sangat cocok bagi Anda yang mencari tempat jauh dari keramaian kota. Dengan pemandangan koral dan berbagai ikan warna warni seperti takhasang dan napoleon akan menemani waktu bersantai Anda disini, bahkan jika beruntung Anda dapat melihat atraksi penyu bertelur di pesisir pantai. Waktu yang paling tepat mengunjungi Pulau ini sekitar bulan April hingga Juni atau bulan September hingga Desember setiap tahun. Untuk mencapai pulau ini Anda dapat menyewa kapal dari Dermaga Kaladupa dengan waktu tempuh 2,5 jam dengan biaya sekitar 150 ribu rupiah.
Selain alam lautnya yang indah, Wakatobi juga memiliki keunikan tersendiri yang terletak pada Perkampungan Suku Bajo yang disebut Sea Gypsy alias 'manusia laut'. Suku yang dikenal karena memiliki kemampuan dan pengetahuan mereka tentang navigasi laut ini juga memiliki perkampungan yang unik. Rumah mereka berdiri di atas karang laut yang berjejer rapi di sepanjang pantai dan terhubung ke daratan dengan jembatan kayu. Pengalaman unik yang dapat dirasakan selama di sini adalah berbaur langsung dengan keseharian dan keramahtamahan Suku Bajo yang kerap menggunakan sampan sebagai alat transportasi, belajar teknik menangkap ikan dengan tombak ala suku bajo, membersihkan perahu kayu dengan api, melihat ikan lumba-lumba berenang bebas di perairannya yang jernih hingga menikmati hidangan laut segar seperti lobster, ikan dan udang yang segar yang diambil langsung dari penangkaran ikan di bawah rumah Suku Bajo. Untuk mencapai tempat ini membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan speedboat dari Wanci.
Jikalau sudah melihat kebudayaan lokal Wakatobi, rasanya tidak pas jika tidak mencicipi kuliner khas Wakatobi salah satunya Kasuami yang terbuat dari ubi kayu atau singkong yang dihaluskan dan dikukus lalu kemudian dibentuk seperti tumpeng. Kasuami sendiri merupakan makanan pokok pengganti nasi bagi nelayan dan petani yang lahannya tidak bisa ditumbuhi padi. Biasanya kasuami disajikan dengan lauk pauk seperti ikan maupun sayuran. Kuliner lainnnya yang wajib Anda coba ialah Kosean No Kaudafa, sayur hidangan wajib penduduk Kaledupa yang berbahan dasar daun kelor, kelapa muda, dan garam dan direbus tanpa bahan penyedap lainnya. Sayur ini memberi kesan segar apalagi dinikmati di siang hari.
Sanggara Banda terbuat dari singkong dengan pisang rebus di dalamnya, kemudian ditaburi parutan kelapa muda yang memberikan citarasa manis. Cemilan ini sangat cocok jika ditemani teh manis maupun kopi. Satu lagi kuliner Wakatobi yang tidak boleh dilewatkan, bubur khas Wakatobi kapussu nosu yang berbahan dasar jagung tua, namun bisa juga ditambah kacang merah. Jagung yang ditumbuk kemudian dicampur dengan air dan garam secukupnya sambil diaduk matang dan mengental. Bubur ini semakin nikmat disantap saat masih hangat dengan sambal terasi, ikan kering, ikan bakar dan kerang-kerangan.
Tertarik menyelami alam bawah laut Wakatobi dan berbaur dengan salah satu suku asli setempat? Dapatkan penawaran tiket dan hotel terbaik Wakatobi hanya di Wita Tour Online.

Comments