Sentuhan Sahara khas Eropa di Aljazair

Aljazair, negara yang di pesisir Laut Tengah atau Mediterania, Afrika Utara memang terkenal akan sebagian besar wilayahnya yang merupakan bagian dari Gurun Sahara. Meski sebagian besar wilayahnya merupakan Gurun Sahara, ternyata negara ini juga memiliki beragam situs bersejarah yang mencatat perkembangan peradaban dunia serta perpaduan antara kebudayaan Arab, Spanyol dan Prancis yang menghasilkan akulturasi kebudayaan yang menarik.


Salah satu kota dengan pemandangan yang unik di Aljazair adalah Ghardaia. Ghardaia yang merupakan ibu Kota dari Provinsi Ghardaia di Aljazair berada tepat di tepi Gurun Sahara. Kota ini memancarkan keindahannya sendiri dengan pemandangan eksotis Gurun Sahara yang mengelilingi kota dengan bangunan persegi bertingkat dua yang hampir semua memiliki khas gurun pasir. Meski dikelilingi gurun, kota yang juga terkenal akan berbagai karya lukisan pasir Gurun Sahara di pasar tradisionalnya ini, terbilang sangat bersih dan jauh dari kesan berdebu pasir.


Selain Ghardaia, Algiers juga menjadi destinasi menarik dengan statusnya sebagai kota terbesar sekaligus ibu kota Aljazair. Kota ini juga dikenal dengan julukan Algiers Putih karena pancaran gedung-gedung putihnya yang merefleksikan sinar matahari saat terlihat dari lautan. Berbeda dengan Ghardaia, pemandangan lembah perbukitan "Sahel" yang sejajar dengan kawasan pesisir membuat kota ini terlihat seperti kota di pesisir selatan Perancis. Sentuhan khas Perancis makin terasa saat kaki berpijak di Hamma Garden. Satu taman memiliki ruang besar dari tepi laut hingga ke kaki gunung tempat Museum Seni Rupa berada dengan jenis- jenis tanaman yang indah, air mancur dan museum seni. Pemandangan yang sangat hijau dan elegan di taman ini membuat mata seakan terasa melihat surga di tengah teriknya udara kota Algiers.


Bila mata masih belum cukup dengan sensasi khas Eropa di Hamma Garden, Rue Didouche Mourad bisa menjadi perhentian berikutnya. Salah satu jalan di pusat kota Algiers ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan utama yang memiliki toko-toko kecil dan restoran yang berjajar di sepanjang jalan dengan keindahan arsitektur bangunan bertema Haussmann. Suasana di jalan ini seakan seperti di Champs Elysees yang ada di Paris, Perancis. Selain kawasan perbelanjaan, di tempat ini juga terdapat sejumlah landmark bersejarah dan budaya seperti kantor pos lama atau Grande Poste.


Puas mata memandang keindahan pemandangan dan arsitektur, saatnya memanjakan lidah dengan mencicipi enaknya makanan Aljazair. Salah satu yang populer adalah French baguette atau Algeria baguette yang populer dan merupakan pengaruh dari masa pendudukan Perancis di Aljazair. Roti ini memiliki tekstur renyah dengan bentuknya yang panjang dan besar. Roti ini juga memiliki beberapa variasi seperti bentuk setengah panjang, dihidangkan dengan keju, selai atau dicelupkan ke kopi atau cokelat. Selain itu, ada juga Chakchouka yakni sebuah hidangan telur ceplok dalam saus tomat, cabai, dan bawang bombai dengan rasa pedas yang juga berasal dari jintan putih di samping cabai. Biasanya, Chakchouka dimakan pada saat sarapan pagi atau juga saat makan siang.


Ingin berjelajah menikmati keindahan Aljazair yang unik ? Temukan penawaran menarik bersama Wita Tour dalam program tur THE BEST OF ALGERIA.

Comments