MENILIK SISI LAIN INDONESIA DI SUMBA

Terkenal akan keeksotisannya, Sumba menjadi salah satu destinasi wisata yang menonjolkan sisi luar biasa dari Indonesia. Hamparan padang rumput dan perbukitan batu kapur, air terjun spektakuler hingga desa-desa kuno membuat siapapun termasuk para selebriti dunia terpesona dengan keindahan pulau ini.


Danau Waekuri, misalnya dengan keunikannya menjadi salah satu danau air asin yang cukup langka di dunia. Danau yang juga terkenal sebagai Danau Surga atau Danau Malaikat ini memiliki warna air yang bening kehijauan bagaikan batu zamrud sehingga menjadikannya sangat indah terlebih saat dikelilingi oleh batuan karang cantik di sekelilingnya. Ingin berenang di danau tapi takut tenggelam? Jangan takut! Kadar garam yang tinggi pada air di danau ini mampu mengapungkan tubuh tanpa harus menggunakan pelampung sehingga serasa berada di Laut Mati di Timur Tengah.


Tidak hanya keeksotisan alam dari danau maupun air terjunnya, Sumba juga memiliki keindahan bukit dan dataran savannanya. Bukit Wairinding yang berpredikat sebagai bukit terindah di Pulau Sumba, memiliki hamparan rerumputan yang seolah menari-nari mengikuti irama tiupan angin sungguh menambah simfoni keindahan yang memanjakan mata. Dari kota Waingapu, dibutuhkan waktu 30 menit untuk mencapai bukit ini, akan tetapi jarak tempuh terbayar begitu melihat pemandangan bukit yang begitu indah berwarna cokelat pada saat kemarau dan berwarna hijau pada saat musim penghujan. Dengan pemandangan yang indah, rasanya wisata di sini makin lengkap jika kita juga menikmati momen matahari tenggelam (sunset).


Mau tahu dan menikmati budaya ala Sumba? Kampung Praijing wajib masuk ke dalam travel list. Medan menuju desa adat ini tidak terasa begitu berat sehingga perjalanan ke desa ini cenderung santai sehingga mata tetap dapat menikmati keindahan alam sekitar. Begitu sampai, pemandangan paling menarik adalah melihat rumah adat berbentuk panggung dengan atap menjulang tinggi. Pemandangan kumpulan rumah adat unik ini tentunya sangat fotogenik. Jangan lupa juga untuk menikmati interaksi ya dengan keseharian penduduk desa yang menarik, seperti menenun kain, menganyam kerajinan dari daun pandan serta bermain dengan anak-anak desa yang ramah.


Khusus kuliner, Sumba juga memiliki kuliner menarik, yaitu sayur Rumpu Rampe. Makanan ini berupa bunga pepaya, daun kelor, buah pepaya muda, daun pepaya, daun singkong, serta jantung pisang yang ditumis bersamaan dan juga sering dipadukan dengan kangkung, udang, dan ikan teri. Walaupun terdiri dari daun dan bunga pepaya, sayuran ini tidak terasa pahit karena bumbu-bumbu yang telah menyerap ke dalam sayur telah menetralisir rasa pahitnya. Sayur yang mirip dengan lawar singkong ini biasa cocok dipasangkan dengan sei sapi atau dengan Jagung Bose. Selain Rumpu Rampe, ada Manu Pata’u Ni berupa ayam kampung yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah sampai empuk setelah itu kuahnya disajikan secara terpisah. Makanan ini menjadi salah satu menu adat yang disuguhkan kepada tamu yang datang dan di dalamnya terkandung filosofi agar manusia dapat saling menghargai satu sama lain dan tidak menyisakan makanan karena ayam yang dinikmati tamu dan tidak dihabiskan wajib dibawa pulang oleh tamu yang disuguhkan oleh sang tuan rumah.


Ingin menilik sisi lain Indonesia di Sumba? Temukan penawaran menarik bersama Wita Tour dalam program tur ke SUMBA.

Comments