ASAL-USUL ISTANA BAHIA YANG CANTIK NAN MASYHUR

Berkunjung ke Maroko masih belum lengkap jika tidak menikmati perpaduan nuansa Timur Tengah dengan Spanyol yang cantik. Istana Bahia yang berada di salah satu kota wisata populer Marrakech di tepi selatan Madinah, dekat dengan Mellah, merupakan salah satu wujud karya agung perpaduan nuansa Timur Tengah dengan Spanyol yang menjadikannya sebagai salah satu bangunan bersejarah terindah di Maroko.


Istana Al-Bahia dibangun sekitar akhir abad ke-19, yakni antara 1860-an atas perintah Kepala Pemerintahan Kesultanan Maroko saat itu, Vizier Si Moussa. yang kemudian pembangunan dilanjutkan pada tahun 1894 dan 1900 oleh Si Ba Ahmed bin Moussa, yang menggantikannya pada masa pemerintahan Sultan Moulay Abd al-Aziz yang saat itu baru berusia 16 tahun. Sebuah kisah cinta yang manis seperti di Taj Mahal India terselip di balik kemegahan istana ini. Si Ba Ahmed yang memprakarsai pembangunan istana terbesar ini dan memberi nama istana ini Al-Bahia yang berarti cemerlang, ditujukan pada salah seorang istri yang paling disayang di antara keempat istrinya karena melahirkan anak laki-laki pertamanya.


Begitu memasuki istana yang memiliki 160 kamar ini, gaya arsitektur Moorish-Andalusia yang memiliki berbagai mosaik warna-warni dari bahan plesteran, lukisan, dan langit-langit yang terbuat dari pahatan kayu zouak (kayu lukis) dengan desain yang sangat detail dan rumit langsung menyambut kita. Semakin berjalan ke dalam, ubin marmer Carrara putih berwarna terang membawa langkah kita menuju taman luas nan indah yang tertata rapi di bagian tengah istana. Kehadiran air mancur, lorong serta beranda juga mengingatkan keidentikan istana ini dengan Istana Alhambra di Spanyol yang juga sama sama dirancang dengan konsep Moorish-Andalusia. Suasana romantis seperti kisah cinta Ba Ahmed dan istrinya, semakin terasa dengan kehadiran berbagai macam tumbuhan mulai dari tanaman bunga seperti mawar dan lavender hingga pohon buah-buahan seperti pisang, jeruk, dan anggur.


Interior istana khususnya pada kamar terhias beragam panel dari tenunan sutra asli, dekorasi kaca patri, dan langit-langit berlapis buket bunga. Dekorasi setiap kamar di istana ini memiliki desain berbeda yang diurutkan berdasarkan kedudukan istri yang tinggal di istana ini. Keindahannya yang tak lekang oleh waktu, membuat istana ini juga sempat menjadi kediaman jenderal Perancis saat Maroko menjadi koloni Perancis hingga setelah kemerdekaan dari Perancis, bangunan ini juga menjadi kediaman Raja Maroko, Sultan Mohammed V.


Ingin mengetahui asal-usul menarik lainnya dari Istana Bahia? Jelajahi sejarah dan keindahan Maroko bersama WITA Tour dalam program tur WITA ROTAMA UNIQUE MOROCCO 2021.

Comments