SENSASI LIBURAN RASA KUTUB DI AFRIKA SELATAN

Berlibur di Benua Afrika, hal pertama yang terlintas di benak pikiran pastinya adalah wisata alam safari sambil menyusuri padang savana dengan mobil jip atau berplesir ke Gurun Sahara. Namun, percayakah Anda bahwa di Afrika juga terdapat habitat hewan kutub di salah satu pulau dan pantainya?


Ya, ini sebuah kenyataan. Seal Island atau Pulau Anjing Laut yang berada di Afrika Selatan tepatnya di lepas pantai Cape Town memang menjadi satu-satunya habitat anjing laut di Benua Afrika. Pertama kali sampai di sini, pemandangan barisan batuan granit kokoh dengan ketinggian 4 sampai 6 meter akan langsung menyambut Anda bersama 60 ribu anjing laut yang bermain dan saling berinteraksi. Suara menjerit anjing laut yang khas ditambah suara desiran ombak menjadikan pulau ini memiliki atmosfer seperti suasana kutub yang dipindahkan ke pantai.


Anjing laut Cape Fur yang memiliki warna kulit yang berbeda-beda dan terlihat berkumpul dalam satu kerumunan besar memang bukan tanpa alasan. Kehadiran ikan hiu putih yang kerap mengitari pulau untuk mencari mangsa menjadikan para anjing laut hidup berkerumun agar dapat saling melindungi. Apalagi sekitar 20 ribu anak anjing laut juga terlihat banyak yang lahir dari sejumlah induk anjing laut di pulau ini. Seal Island juga terkenal tidak memiliki vegetasi atau tanaman sehingga menjadikan karakternya mirip dengan kutub hanya saja cuaca di sini terasa hangat dan berangin, tidak dingin seperti di kutub.


Selain anjing laut di Seal Island, Afrika Selatan juga memiliki atraksi wisata rasa kutub lainnya di Pantai Boulders yang menjadi habitat dari Penguin Afrika. Parasnya yang menggemaskan membuat bibir ini tersenyum lebar melihatnya meski cuaca terik terasa saat berada di pantai ini. Konon, penguin ini pertama kali datang ke False Bay pada tahun 1983 dari Dyer Island dengan jumlah sekitar 1 hingga 2 ekor saja yang kemudian berkembang biak secara cepat karena ketersediaan makanan untuk mereka yang sangat memadai di sini. Mereka umumnya tinggal di antara bebatuan granit yang besar untuk melindungi diri dari angin, ombak besar dan angin kencang. Memiliki corak hitam putih tak beraturan, bertubuh pendek, berkaki hitam dan memiliki sedikit warna merah jambu di atas mata membuat penguin ini sekilas mirip penguin jenis Magellanic dan Humboldt yang hidup di Amerika Selatan dan memiliki kemampuan berenang dengan cepat hingga 24 km per jam. Sangat disarankan untuk datang di pagi hari karena cuacanya yang belum terlalu terik dan para penguin juga sangat aktif di waktu ini. Jumlah penguin ini juga pernah mencapai hampir sejuta ekor pada tahun 1910, akan tetapi jumlahnya semakin berkurang akibat polusi, kerusakan habitat, dan penangkapan ikan berlebih yang menjadi makanan Penguin Afrika. Hal inilah yang membuat Penguin Afrika berada di bawah perlindungan Cape Nature Conservation yang juga menjadikan habitatnya Pantai Boulders sebagai kawasan Konservasi Laut Nasional Table Mountain yang aman, bersih dan terlindungi.


Ingin berlibur rasa kutub di Afrika Selatan sambil menelusuri lebih dalam keunikannya? Mari temukan penawaran menarik bersama Wita Tour dalam program tur WITA ROTAMA ADVENTURE SOUTH AFRICA 2021.

Comments